Connect with us

Franchise

9 Jenis Udang di Indonesia: Ciri dan Kegunaannya

Published

on

Jenis-Jenis Udang

Jawaban singkat: jenis udang yang paling umum di pasar Indonesia antara lain vaname, windu, galah, jerbung, dogol, krosok, rebon, peci, dan udang barong. Perbedaannya terlihat dari habitat, ukuran, warna kulit, tekstur, serta penggunaan dalam masakan.

Jenis Ciri utama Cocok untuk
Vaname Putih keabu-abuan, ramping Tumis, goreng, bakar
Windu Ukuran besar, garis gelap Grill dan hidangan premium
Galah Air tawar, capit panjang Bakar, saus mentega
Jerbung Kulit tipis, putih kekuningan Tumis dan olahan cepat
Dogol Relatif kecil, warna kemerahan Masakan rumahan
Krosok atau pama Belang cokelat kemerahan Goreng dan tumis
Rebon Sangat kecil Terasi, peyek, sambal
Peci Kecil, putih berbintik Bakwan dan peyek
Barong atau lobster Besar dengan kulit keras Bakar dan hidangan khusus

Catatan: udang barong atau lobster bukan udang sejati secara taksonomi, tetapi istilah “udang barong” umum digunakan dalam perdagangan Indonesia.


1. Kenapa Udang Menjadi Komoditas Unggulan

Pertama-tama, kita perlu memahami mengapa udang begitu populer dan banyak kita temui di pasar-tradisional maupun modern di Indonesia. Udang memiliki beberapa keunggulan:

  • Udang kaya protein, rendah lemak jenuh, dan banyak kita pakai dalam berbagai olahan kuliner.

  • Permintaan masyarakat dan pasar ekspor cukup tinggi sehingga banyak jenis udang kita budidayakan maupun kita tangkap liar.

  • Karena ragam jenisnya, mulai dari ukuran kecil hingga besar, dari air tawar hingga laut — konsumen pun punya pilihan yang beragam.

  • Dengan perkembangan budidaya dan rantai pasok modern, kini udang bisa tersedia lebih konsisten dalam hal jumlah dan mutu.

Karena semua faktor tersebut, baik konsumen rumah tangga maupun bisnis bahan baku restoran atau pengolahan melihat udang sebagai salah satu pilihan utama.


2. 9 Jenis Udang yang Banyak Dijumpai di Pasar Indonesia

Di pasar Indonesia, Anda akan sering menemukan beberapa jenis udang yang umum — baik di pasar tradisional maupun di pasar modern. Berikut ulasannya:

a. Udang Vaname (Litopenaeus vannamei)

Udang vaname merupakan salah satu jenis yang paling populer dan banyak kita budidayakan. Ciri-khasnya: warna kulit putih keabu-abuan, tubuh relatif ramping, pertumbuhan cepat, dan mudah dibudidayakan.
Jenis ini sering digunakan dalam berbagai olahan karena harganya lebih terjangkau kita banding jenis premium lainnya.

b. Udang Windu (Penaeus monodon)

Udang windu terkenal sebagai “tiger shrimp” karena kulitnya yang tebal, garis melintang agak gelap, dan ukuran lebih besar daripada vaname.
Dagingnya kenyal, rasa gurih, cocok untuk hidangan premium sehingga harganya cenderung lebih tinggi.

c. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)

Jenis air tawar yang cukup bernilai tinggi. Ciri khas: capit panjang, tekstur daging lembut, ukuran cukup besar untuk udang air tawar.
Karena pasokannya tak sebesar jenis laut, kadang harganya pun lebih tinggi dan penggunaannya bisa lebih selektif.

d. Udang Jerbung (Penaeus merguiensis)

Kadang disebut juga “udang putih”, mempunyai kulit tipis, warna putih kekuning-kuningan, dan cukup banyak kita temukan.
Karena teksturnya lembut, sering untuk olahan cepat dan sebagai bahan dagangan pasar.

e. Udang Dogol (Metapenaeus ensis)

Terkenal dengan nama pink shrimp karena warna kemerahan kekuning-kuningan. Ukuran tidak terlalu besar, sering kita gunakan sebagai pelengkap atau bahan olahan.
Karena ukuran kecil dan harga relatif lebih rendah, cocok untuk skala rumah tangga atau masakan sehari-hari.

f. Udang Krosok (alias udang pama)

Jenis ini memiliki kulit belang-belang seperti harimau, warna coklat kemerahan dengan garis putih.
Walaupun tidak selalu menjadi pilihan utama, jenis ini tetap ada di pasar dan bisa digunakan untuk olahan tertentu.

g. Udang Rebon (Acetes spp.)

Ukuran paling kecil dibanding jenis udang lainnya, sering diolah menjadi terasi, abon, kerupuk, atau sebagai pelengkap.
Ukuran kecil tidak mengurangi nilai rasa — bahkan untuk keperluan kuliner lokal, rebon punya tempat tersendiri.

h. Udang Peci

Varian dari jerbung, warna putih dengan sedikit bintik hitam, ukuran kecil.
Cocok untuk olahan seperti bakwan udang, peyek udang — jenis yang banyak kita jumpai di pasar tradisional.

i. Udang Barong/Karang (lobster)

Meskipun secara teknis bisa berbeda keluarga, jenis ini sering disebut “udang barong/karang” di pasar Indonesia, ukuran besar, kulit keras, cenderung dipakai untuk hidangan khusus atau restoran mewah.


3. Bagaimana Memilih Udang yang Berkualitas

Setelah mengenal jenis-jenis udang, langkah selanjutnya ialah memilih udang berkualitas baik. Berikut beberapa titik tanya yang bisa Anda gunakan:

  • Pilih udang dengan warna kulit yang cerah — bukan kusam atau noda hitam yang tidak wajar.

  • Perhatikan transparansi kulit untuk jenis yang kulitnya tipis, seperti jerbung atau vaname.

  • Bau harus segar, tidak amis kuat atau menunjukkan tanda pembusukan.

  • Daging harus kenyal ketika ditekan ringan.

  • Jika membeli pasokan untuk usaha, pastikan penyimpanan dan rantai dingin (cold chain) terpenuhi agar kualitas tetap optimal.

  • Pastikan supplier memiliki reputasi baik — agar mendapatkan pasokan yang konsisten dan aman.


4. Memilih Jenis Udang Sesuai Kebutuhan

  • Untuk menu sehari-hari dan volume besar, vaname biasanya mudah ditemukan.
  • Untuk sajian berukuran besar, pertimbangkan windu atau galah.
  • Untuk bakwan, peyek, sambal, atau terasi, gunakan peci atau rebon.
  • Untuk usaha, perhatikan ukuran per kilogram, kondisi kupas atau utuh, glazing, berat bersih, dan kestabilan pasokan.

Lihat produk Meatfish untuk membandingkan pilihan seafood yang tersedia.


5. Tips Mengolah Udang

Setelah Anda memperoleh produk udang berkualitas, berikut beberapa tips agar hasil olahan Anda nampak maksimal dan pelanggan puas:

  • Bersihkan udang segera setelah pembelian, buang bagian kotor dan buang bagian “vena” jika diperlukan.

  • Proses dengan suhu dan teknik yang tepat supaya tekstur daging tetap lembut dan tidak keras.

  • Gunakan teknik marinasi jika diperlukan supaya rasa meresap, terutama untuk jenis daging besar seperti windu atau galah.

  • Pastikan penyimpanan di freezer atau kulkas tidak terlalu lama agar rasa dan tekstur tetap prima.


Pertanyaan Umum tentang Jenis Udang

Apa perbedaan udang vaname dan windu?

Vaname biasanya berwarna lebih pucat, tubuhnya ramping, dan banyak dibudidayakan. Windu cenderung lebih besar dengan garis gelap pada kulit serta tekstur yang lebih kenyal.

Jenis udang apa yang cocok untuk bakwan?

Udang peci, dogol berukuran kecil, atau rebon cocok untuk bakwan karena ukurannya mudah dicampurkan ke adonan.

Jenis udang apa yang paling cocok untuk dibakar?

Windu dan galah populer untuk dibakar karena ukurannya lebih besar. Vaname ukuran besar juga dapat digunakan.

Bagaimana ciri udang yang masih baik?

Pilih udang dengan aroma segar, tekstur kenyal, tubuh yang masih utuh, dan warna sesuai jenisnya. Hindari aroma menyengat, tekstur lembek, atau lendir berlebihan.

Apakah udang barong sama dengan udang biasa?

Tidak. Udang barong adalah nama pasar untuk lobster berduri. Keduanya sama-sama krustasea, tetapi berada dalam kelompok taksonomi yang berbeda.


Kesimpulan

Vaname, windu, galah, jerbung, dogol, krosok, rebon, peci, dan barong memiliki ukuran, habitat, tekstur, serta kegunaan berbeda. Pilih jenis yang sesuai dengan menu, ukuran porsi, anggaran, dan bentuk produk yang dibutuhkan.

Selain mengenali jenisnya, periksa kondisi, berat bersih, kemasan, dan penyimpanan agar kualitas udang tetap terjaga.

Lihat halaman produk Meatfish untuk menemukan pilihan seafood yang tersedia.