Connect with us

Frozen

Cara Menghilangkan Amis Seafood: 13 Teknik Cepat agar Ikan, Udang, dan Cumi Harum, Gurih, serta Tidak Anyir

Published

on

Cara menghilangkan amis seafood

Bau amis seafood sering bikin orang ragu masak ikan, udang, cumi, atau kerang di rumah. Padahal, kalau kamu paham penyebab amis dan kamu pakai langkah yang tepat, kamu bisa mengubah seafood jadi hidangan yang wangi, gurih, dan terasa “bersih” di mulut. Selain itu, kamu juga bisa mengunci tekstur agar tetap juicy, tidak keras, dan tidak hancur saat dimasak.

Di artikel ini, kamu akan menemukan panduan lengkap cara menghilangkan amis seafood untuk semua jenis olahan: digoreng, dibakar, ditumis, dibuat sup, dibuat pepes, sampai dibuat airfryer. Jadi, kamu bisa memilih teknik yang paling cocok sesuai bahan, waktu, dan gaya masakmu. Sementara itu, kalau kamu ingin bahan yang segar, rapi, dan siap olah, kamu bisa pilih produk dari Meatfish karena Meatfish fokus pada kualitas, kebersihan, dan proses penanganan yang benar sejak awal.

Agar hasil makin konsisten, kamu perlu ingat satu hal: amis tidak hanya berasal dari “bau ikan.” Amis juga muncul dari darah, lendir, lemak teroksidasi, isi perut, serta penyimpanan yang salah. Karena itu, kamu perlu strategi yang menyentuh semua sumber masalah, lalu kamu kombinasikan dengan bumbu yang tepat.


Kenapa Seafood Bisa Amis?

Sebelum kamu masuk ke trik praktis, kamu perlu tahu penyebabnya. Dengan begitu, kamu tidak sekadar menutupi bau, melainkan kamu benar-benar menguranginya.

  1. Lendir dan sisa darah
    Lendir membawa senyawa yang mudah berbau, apalagi kalau ikan tidak kamu bersihkan sampai tuntas. Selain itu, darah pada tulang punggung dan rongga perut sering menjadi sumber amis paling kuat.

  2. Isi perut dan insang
    Kalau kamu membiarkan insang, perut, atau kantong tinta (pada cumi) tidak bersih, aroma akan cepat “naik” saat kena panas.

  3. Oksidasi lemak
    Ikan berlemak seperti tenggiri, salmon, tongkol, dan makarel memang sedap. Namun, lemaknya mudah teroksidasi kalau kamu simpan terlalu lama atau suhu penyimpanan naik turun. Akibatnya, muncul bau anyir yang tajam.

  4. Thawing yang salah
    Banyak orang mencairkan seafood di suhu ruang terlalu lama. Akibatnya, permukaan cepat hangat, bakteri cepat aktif, dan bau cepat keluar.

  5. Kualitas bahan dari awal
    Kalau kamu memakai seafood yang sudah tidak segar, kamu akan lebih sulit menetralkan aromanya. Karena itu, belanja di tempat yang menjaga rantai dingin dan kualitas akan sangat menentukan.

Kalau kamu sering memakai tenggiri untuk bakso ikan, pempek, atau siomay, kamu bisa mulai dari bahan yang tepat lewat panduan ini: toko ikan tenggiri terbaik Meatfish di sini:
https://meatfish.id/toko-ikan-tenggiri-terbaik-meatfish-solusi-modern-untuk-ikan-segar-dan-berkualitas/


Prinsip Utama: Hilangkan Sumber Amis, Lalu Kunci Aroma

Agar efektif, kamu ikuti urutan ini:

  1. Bersihkan (lendir, darah, bagian pemicu amis)

  2. Netralisir (garam, asam, enzim, atau tehnik suhu)

  3. Keringkan (paper towel, tiriskan, angin-anginkan)

  4. Bumbui (aroma kuat yang cocok)

  5. Masak dengan teknik benar (panas cukup, waktu pas)

Kalau kamu membalik urutan, misalnya kamu bumbui dulu lalu kamu baru bersihkan, bumbu akan bercampur dengan lendir dan darah, sehingga aroma tetap “mudah balik” saat dimasak.


Cara Menghilangkan Amis Seafood: 13 Teknik Paling Ampuh

1) Cuci dengan Air Mengalir + Gosok Garam Halus

Ini teknik dasar, namun banyak orang melakukannya setengah hati. Kamu bilas seafood di air mengalir, lalu kamu gosok dengan garam halus selama 30–60 detik. Garam membantu menarik lendir dan mengurangi aroma.

  • Cocok untuk: ikan utuh, fillet ikan, udang, cumi, kerang

  • Tips: setelah digosok, kamu bilas cepat sampai bersih, lalu kamu tiriskan

2) Rendam Air Es 5–10 Menit untuk “Reset” Aroma

Air es membuat permukaan tetap dingin, sementara itu darah dan lendir lebih mudah luruh. Teknik ini juga membantu menjaga tekstur.

  • Cocok untuk: fillet, potongan ikan, udang kupas, cumi potong

  • Catatan: jangan rendam terlalu lama agar rasa tidak “pucat”

3) Hilangkan Darah di Tulang Punggung (Kunci untuk Ikan Besar)

Untuk ikan seperti tenggiri, kakap, tongkol, tuna, atau bandeng, sumber amis sering datang dari jalur darah di dekat tulang punggung. Kamu kerok lembut bagian gelap itu dengan sendok, lalu kamu bilas.

  • Cocok untuk: ikan besar, ikan potong, fillet tebal

  • Hasil: aroma jauh lebih bersih, apalagi untuk sop atau pindang

Kalau kamu ingin tahu jenis ikan yang cocok untuk masing-masing masakan, kamu bisa cek panduan Meatfish ini:
https://meatfish.id/jenis-ikan-yang-dijual-di-pasar-dan-cara-memilih-yang-terbaik-bersama-meatfish

4) Peras Jeruk Nipis atau Lemon (Tapi Jangan Kelamaan)

Jeruk nipis membantu menetralkan bau, sementara itu asamnya memecah sebagian senyawa amis. Namun, kalau kamu biarkan terlalu lama, asam bisa “memasak” permukaan seafood dan membuat tekstur jadi kering.

  • Durasi aman: 3–7 menit untuk fillet tipis, 5–10 menit untuk potongan tebal

  • Cocok untuk: udang, cumi, ikan goreng, ikan bakar

  • Trik: setelah diperas, kamu bilas cepat atau kamu lap dengan tisu dapur agar rasa tidak terlalu asam

5) Gunakan Cuka Beras atau Cuka Apel (Lebih Netral daripada Cuka Dapur)

Kalau kamu ingin aroma yang lebih halus, kamu pakai cuka beras atau cuka apel. Kamu campur 1–2 sdm cuka dengan 300–500 ml air, lalu kamu rendam 2–5 menit.

  • Cocok untuk: cumi, kerang, ikan yang amisnya kuat

  • Hasil: bau turun, rasa tetap lembut

6) Rendam Susu (Teknik Restoran untuk Udang dan Ikan)

Susu membantu “mengikat” bau dan membuat rasa lebih creamy. Kamu rendam 10–20 menit, lalu kamu tiriskan dan kamu lap kering.

  • Cocok untuk: ikan fillet, udang kupas, cumi ring

  • Bonus: hasil gorengan cenderung lebih lembut

Kalau kamu ingin versi yang lebih ringan, kamu bisa pakai buttermilk atau yogurt encer, namun kamu batasi waktunya agar tidak terlalu asam.

7) Pakai Jahe + Garam (Combo Paling Aman untuk Semua Seafood)

Jahe memberi aroma hangat, sementara itu garam membantu mengangkat lendir. Kamu parut jahe, lalu kamu campur dengan sedikit garam, kemudian kamu balurkan selama 5–10 menit.

  • Cocok untuk: ikan, udang, cumi, kerang

  • Cocok untuk: sup, tumis, kukus, bakar

8) Blanching Cepat untuk Cumi dan Udang (15–30 Detik)

Kalau kamu sering merasa cumi selalu amis, kamu pakai teknik ini. Kamu rebus air, lalu kamu masukkan cumi/udang sebentar saja, kemudian kamu angkat dan kamu bilas air es. Setelah itu, kamu lanjutkan masak sesuai resep.

  • Cocok untuk: cumi, udang

  • Hasil: amis turun, tekstur lebih “rapi”

  • Catatan: jangan lama-lama agar tidak alot

9) Buang Kulit Tipis dan Bagian Pemicu Amis pada Cumi

Cumi punya kulit tipis di luar dan bagian dalam (selaput). Kalau kamu lepaskan, aroma jadi lebih ringan. Selain itu, kamu buang juga “gigi” (paruh) dan kamu bersihkan kantong tinta sesuai kebutuhan resep.

  • Cocok untuk: cumi utuh

  • Tips: kamu tarik kepala perlahan, lalu kamu bersihkan isi, setelah itu kamu kupas kulitnya

10) Pakai Air Asam Jawa untuk Masakan Nusantara

Kalau kamu mau rasa khas Indonesia, kamu pakai asam jawa. Kamu larutkan asam jawa, lalu kamu rendam 5–10 menit. Hasilnya lebih cocok untuk pindang, pepes, atau bumbu kuning.

  • Cocok untuk: ikan goreng bumbu, pepes, pindang

  • Bonus: rasa lebih “nendang” dan tidak langu

11) Kunci Bau dengan Marinasi Rempah “Aromatik”

Setelah kamu bersihkan dan kamu netralisir, kamu kunci aroma dengan rempah aromatik. Kamu bisa pilih salah satu paket berikut:

A (Goreng/Bakar):

  • bawang putih, ketumbar, kunyit, garam, sedikit gula, jeruk nipis

B (Tumis/Saus):

  • bawang putih, jahe, daun bawang, lada, kecap atau saus tiram

C (Sup/Kukus):

  • jahe, serai, daun jeruk, sedikit garam, lada

Karena kamu sudah menghilangkan sumber amis, rempah akan terasa “bersih” dan tidak berantem dengan aroma anyir.

12) Masak dengan Panas yang Tepat, Jangan Setengah Panas

Seafood butuh panas yang benar. Kalau wajan kurang panas, seafood akan mengeluarkan cairan, lalu cairan itu membawa aroma amis menyebar. Karena itu:

  • Untuk goreng: kamu panaskan minyak sampai siap (gelembung kecil muncul saat kamu tes)

  • Untuk bakar/panggang: kamu panaskan grill dulu

  • Untuk tumis: kamu pastikan wajan panas, lalu kamu masukkan bumbu aromatik dulu

Selain itu, kamu hindari mengaduk terlalu sering agar seafood cepat “sear” dan aromanya terkunci.

13) Tiriskan dan Keringkan sebelum Masak (Teknik Sederhana, Dampak Besar)

Ini yang sering dilupakan. Setelah kamu cuci atau rendam, kamu wajib tiriskan, lalu kamu lap kering dengan tisu dapur. Permukaan yang kering membuat:

  • aroma amis tidak mudah keluar,

  • bumbu menempel lebih baik,

  • hasil goreng lebih renyah,

  • hasil bakar lebih wangi.


Panduan Cepat Berdasarkan Jenis Seafood

Ikan (Fillet atau Potong)

  • Fokus: buang darah, hilangkan lendir, keringkan

  • Teknik paling efektif: garam + kerok darah + jahe

  • Cocok untuk: goreng, bakar, sup

Udang

  • Fokus: bersihkan punggung (kotoran), kurangi bau kepala

  • Teknik paling efektif: jeruk nipis singkat atau susu 10–15 menit

  • Cocok untuk: tumis, goreng tepung, bakar madu

Cumi

  • Fokus: bersihkan bagian dalam, kupas kulit, blanching cepat

  • Teknik paling efektif: blanch 20 detik + bilas es + jahe

  • Cocok untuk: tumis pedas, calamares, saus padang

Kerang

  • Fokus: buang pasir, rebus aromatik

  • Teknik paling efektif: rendam air garam + rebus dengan jahe/serai

  • Cocok untuk: kuah bening, saus tiram, balado


Kesalahan yang Bikin Seafood Tetap Amis (Walau Kamu Sudah Bumbui)

  1. Kamu mencairkan seafood di suhu ruang terlalu lama.

  2. Kamu tidak mengeringkan sebelum masak.

  3. Kamu memakai jeruk nipis terlalu lama sampai tekstur rusak, lalu aroma malah “aneh.”

  4. Kamu menumis seafood di wajan yang belum panas.

  5. Kamu menyimpan seafood tanpa wadah rapat, sehingga aroma menyebar dan kualitas turun.


Tips Memilih Seafood Agar Tidak Amis dari Awal

Kalau kamu ingin hasil masakan lebih mudah, kamu mulai dari bahan yang benar. Kamu cek:

  • warna cerah dan tidak kusam,

  • aroma segar seperti laut, bukan menyengat,

  • tekstur kenyal dan tidak lembek,

  • mata ikan jernih (untuk ikan utuh),

  • insang merah segar (untuk ikan utuh).

Untuk referensi yang lebih lengkap soal jenis ikan dan cara memilihnya, kamu bisa baca panduan Meatfish berikut:
https://meatfish.id/jenis-ikan-yang-dijual-di-pasar-dan-cara-memilih-yang-terbaik-bersama-meatfish


Kenapa Meatfish Relevan untuk Masakan Seafood yang Tidak Amis?

Kamu bisa menghilangkan amis dengan teknik dapur, namun kamu tetap butuh bahan yang terjaga. Meatfish membantu kamu karena Meatfish menekankan kualitas produk, kerapian potongan, serta proses penanganan yang lebih rapi untuk kebutuhan rumah tangga dan bisnis. Jadi, kamu bisa fokus pada bumbu dan teknik masak, sementara itu bahan datang dalam kondisi lebih siap olah.

Kalau kamu tertarik bukan hanya belanja, tetapi juga ingin membangun bisnis di kategori seafood yang terus naik, kamu bisa cek peluang kemitraan dan franchise dari Meatfish di sini:
https://meatfish.id/rekomendasi-franchise-terbaik-2026-peluang-emas-bersama-meatfish


Ide Menu Anti Amis yang Selalu Berhasil

  1. Ikan bakar bumbu kuning + jeruk limau

  2. Udang tumis jahe daun bawang

  3. Cumi saus padang (blanch dulu)

  4. Sup ikan jahe-serai

  5. Fish & chips (rendam susu 15 menit)

Kuncinya: kamu bersihkan, kamu keringkan, lalu kamu masak dengan panas yang tepat.


CTA: Gabung Kemitraan Meatfish

Kalau kamu ingin ikut berkembang bersama brand seafood yang terus dicari pasar, kamu bisa langsung gabung kemitraan Meatfish lewat halaman ini:
https://meatfish.id/gabung-kemitraan/